Kanker Kelenjar Getah Bening

Sistem kelenjar getah bening membantu menjaga keseimbangan cairan dalam darah dan berbagai jaringan tubuh. Getah bening adalah cairan tubuh yang vital di antara sel-sel dalam jaringan tubuh. Sebagian besar cairan ini akan kembali ke dalam aliran darah melalui pembuluh darah kapiler. Sisanya dibuang ke dalam pembuluh getah bening dan becampur dengan sisa metabolisme dan mikroorganisme seperti bakteri. Ketika cairan tubuh melewati pembuluh ini.

Jaringan getah bening dan kanker getah bening

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Tubuh kita memiliki kurang lebih sekitar 600 kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening akan menyaring dan menghancurkan berbagai organisme penyebab penyakit. Oleh karena itu, sistem kelenjar getah bening sangat penting untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam sistem peredaran darah. Cairan tubuh kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan disalurkan kembali ke jantung. Karena pembuluh getah bening tidak bisa memompa, getah bening hanya bisa mengalir jika otot-otot di sekitarnya berkontraksi dan menekan pembuluhnya.

Kanker getah bening hanya menyerang sel darah putih. Kanker tersebut berkumpul di dalam kelenjar getah bening. Peredaran kelenjar getah bening ke seluruh tubuh membuat limpa dan sumsum tulang juda dapat terkena imbas dari kanker getah bening tersebut. Selain itu kanker getah bening dapat tumbuh dan berada pada jaringan getah bening di saluran pencernaan perut serta di hati. Kanker getah bening dapat menyerang siapa saja tak terkecuali anak-anak, dewasa hingga usia 65 tahun keatas.

Posted in Kanker Getah Bening | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Getah Bening atau Limfoma

Getah bening atau limfa adalah cairan jernih kekuning-kuningan yang berisi sel-sel darah putih, keping darah dan fibrinogen. Getah bening mempunyai peredaran sendiri. Peredaran getah bening termasuk perdaran darah terbuka. Cairan getah bening tidak selalu berada di dalam pembuluh limfa.

Sistem limfatik atau sistem peredaran getah bening di dalam tubuh

Letak-letak kelenjar getah bening mulai dari leher, selakangan paha dan lengan tangan

Limfa berperan dalam banyak hal, diantaranya adalah sebagai tempat menghancurkan kuman-kuman serta tempat pembuatan sel darah putih (limfosit) dan antibodi. Sistem limfa di usus berperan menyerap lemak, kemudian mengeluarkannya ke pembuluh darah.

Didalam tubuh manusia terdapat macam pembuluh getah bening, yaitu pembuluh getah bening kanan dan pembuluh getah bening kiri. Pembuluh getah bening kanan bertugas mengumpulkan getah bening dari kepala bagian kanan, keher kanan, lengan kanan, dan dada kanan. Sedangkan pembuluh getah being kiri bertugas untuk mengumpulkan getah bening dari kepala sebelah kiri, leher kiri, lengan kiri, dada kiri serta tubuh bagian kiri.

Posted in Kanker Getah Bening | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Kanker Getah Bening

Kanker memang merupakan penyakit kronis yang sangat menakutkan bagi siapa saja, banyak orang berpendapat mereka yang terserang kanker akan sulit bertahan hidup dan kebanyakan kasus yang terjadi menyebabkan kematian.

Namun berbeda dengan kanker getah bening ini, kanker jenis merupakan salah satu jenis kanker yang yang dapat disembuhkan. Kanker getah bening atau yang disebut dengan limfoma ini dapat disembuhkan dengan melakukan pengobatan yang mulanya melalui diagnosis, biopsi untuk mengetahui stadium kanker getah bening yang diderita, usia pasien, kondisi fisik dan mental,  serta kebutuhan dan keinginan pasien kanker.

Berikut ada beberapa cara dalam pengobatan kanker getah bening, adalah :

1. Kemoterapi yang disertai dengan konsumsi obat-obatan yang dimaksud untuk membantu proses penyembuhan dengan merusak dan menumpas semua sel limfoma yang menyerang tubuh.

2. Radioterapi yang digunakan apabila kanker getah bening hanya menyerang satu atau dua bagian sisi pada tubuh, misalnya sisi perut atau dada. Setelah radioterapi dilakukan dilanjut kembali dengan kemoterapi untuk mempercepat proses penyembuhan.

3. Antibodi monoklonal yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel limfoma secara khusus tanpa mengganggu sel-sel tubuh lainnya.

4. Radiasi yang bertujuan untuk membasmi dan meleburkan sel-sel dengan merusak DNA. Radiasi dilakukan dengan tujuan membunuh sel penyakit bersama dengan sel-sel tubuh yang telah terinfeksi. Umumnya radiasi dilakukan apabila limfoma hanya menyerang satu atau dua sel getah bening.

5. Transplantasi yang bertujuan untuk menghancurkan sumsum tulang yang terserang limfoma dengan mengganti sel tubuh baru hasil transplantasi yang sanagt dibutuhkan bagi penderita kanker getah bening ini untuk mengakhiri pengobatan.

Posted in Kanker Getah Bening | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis Kanker Getah Bening

Untuk mengetahui ada tidaknya kanker getah bening perlu dilakukan suatu diagnosa yakni pemeriksaan yang intergal, sperti sinar X, CT scan, PET scan, pemeriksaan darah hingga beberapa biopsi. Biopsi merupakan penentuan stadium dengan cara mengambil contoh jaringan dari tubuh yang diduga tumbuhnya kanker getah bening. Beberapa macam biopsi dapat dilakukan, misalnya dengan menggunakan biopsi kelenjar getah bening, biopsi aspirasi jarum halus, dan biopsi susmsum tulang panggul.

Jika pemeriksaan yang dilakukan dengan cara biopsi telah dilaksanakan sebagai penentua stadium kanker getah bening, maka akan diperoleh urutan atau fase dalam kanker getah bening, diantaranya :

- Stadium 1 : Diketahui adanya limfoma yang hanya terdapat di kelenjar getah bening

- Stadium 2 : Limfoma mulai menyerang kelenjar getah bening bagian satu dari sisi dada atau perut.

- Stadium 3 : Limfoma mulai menyerang kelenjar getah bening dua sisi bagian perut atau dada.

- Stadium 4 : Limfoma hampir menyerang 90 % jaringan tubuh kelenjar bening pada organ lainnya seperti sumsum tulang, hati, paru-paru atau otak.

Gejala kanker getah bening atau limfoma secara fisik ditandai dengan adanya benjolan kenyal, tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit, mudah digerakkan dan tidak ada tanda peradangan. Namun kemudian akan timbul beberapa gejala kanker getah bening yang lain seperti demam yang berlangsung lama hingga suhu melebihi batas normal yakni 38 derajat celsius. Selain itu berkeringat di malam hari dan tubuh mengalami penurunan berat badan lebih dari 10 % dari total berat badan yang dimiliki dalam jangka waktu 6 bulan.

Posted in Kanker Getah Bening | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Limfoma atau yang disebut sebagai kanker getah bening merupakan jenis kanker yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya yang mencakup sistem limfatik dan imunitas tubuh. Penyakit limfoma atau kanker getah bening dapat dibag menjadi 2, yakni :

1. Hodgkin’s

Hodgkin merupakan jenis limfoma atau kanker getah bening yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa tanpa diliputi rasa sakit. Kanker ini bersifat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abrnormal sel terjadi dengan cepat. Hodgkin juga dikenal sebagai penyakit hodgkin. Penyakit ini umumnya menyerang usia muda dan lanjut usia baik pria maupun wanita, dimulai dari usia 15-38 tahun dan umur 50 tahun keatas sangat rentan terhadap kanker ini. Umumnya penderita limfoma atau kanker gatah bening ini memiliki kecacatan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel T) msekipun produksi antibodi berjalan normal.

Berikut gejala yang terjadi dari penyakit hodgkins, adalah :

a. Adanya pembesaran tanpa diliputi rasa sakit dari kelenjar getah bening di daerah leher. kadang-kadang terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada lipatan paha dan ketiak.

b. Demam dan berkeringat di malam hari, kurang nafsu makan dan berat badan turun.

c. Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernapasan.

Semakin berkembangnya penyakit, sel-sel abnormal menyebar ke kelenjar getah bening dai sekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati dan organ-organ abnormal.

2. Non Hodgkins

Non Hodgkins merupakan jenis kanker ganas yang beasal dari limpfonodus dan karingan limfe lainnya. Limfoma ini lebih sering terjadi pad pria, jarang terjadi pada anak dan sering dijumpai pada usia 50 tahun ketas.

Gejala dari limfoma non hodgkins, antara lain :

1. Pembesaran kelenjar getah bening/limfonodus
2. Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya menjadi kemerahan, limfoa yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, lelah, tidak enak badan dan berat badan menurun.

Posted in Kanker Getah Bening | Tagged , , , , , , | Leave a comment